Pustokum, APPI dan PERMAHI Siap Mengawal Buruh (Berkoperasi)

sumber : gaulfresh.com

Pusat Studi Tokoh Pemikiran Hukum (Pustokum), Asosiasi Pemuda Pekerja Indonesia (APPI) dan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) pada hari sabtu (08/01/2016) mengadakan diskusi mengenai buruh Indonesia di markas besar Pustokum, Jl. Tebet Barat Dalam 1(i) no 21 Jakarta Selatan.

Buruh menjadi elemen penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia, mereka menjadi punggung perekonomian Indonesia. Oleh karena itu posisi buruh itu sangat penting. Tan Malaka, sejak dulu memberikan porsi besar dalam membahas buruh. Perekonomian tidak akan bisa stabil tanpa keberadaan buruh.

Pergerakan organisasi buruh saat ini masih bersifat konvensional, gerakannya belum bisa membangun dan mendobrak perekonomiannya secara mandiri. Seharusnya buruh juga harus mulai menggerakan modal produksi melalui koperasi. Serikat buruh seharusnya sudah mulai menata organisasinya dalam hal gerakan.

Menuntut upah tinggi belumlah jaminan, namun itu juga bukan kesalahan. Serikat buruh harus mampu mengelola uang (hasil iuran) menjadi modus produksi, supaya mereka tidak terus menerus tergantung pada pemilik modal.

“uang hasil iuran dari para buruh, itu banyak, namun kenapa uang tersebut tidak dibuat untuk modal pembuatan usaha dalam bentuk koperasi, disinilah APPI berdiri, mempunyai misi untuk mendidik” kata Azim Ketua APPI

Koperasi memang sebagai soko guru pembangunan bangsa. Koperasi mempunyai kekuatan yang dahsyat dalam menyejahterakan anggotanya. Banyak koperasi yang bisa dijadikan model, salah satu contohnya adalah klub Sepak Bola Barcelona. Barcelona merupakan klub yang sampai sekarang masih menggunakan sistem koperasi, dengan manajemen yang profesional mereka mampu bertahan.

Koperasi buruh harus didirikan sebagai upaya untuk mengantisipasi ada anggota serikat buruh yang dipecat oleh perusahaan karena memperjuangkan hak-hak buruh lainnya. Sehingga setelah dipecat mereka masih punya karya atau penghidupan di koperasi tersebut.

Saat ini banyak sekali buruh yang mendapat perlakuan tidak adil dari perusahaan, mereka banyak dipecat tanpa alasan yang jelas sehingga APPI banyak mendapat pengaduan dari para buruh. Untuk itu untuk memberikan penganyoman kepada buruh, PERMAHI siap menjadi garda terdepan dalam melawan ketidakadilan.

“Kami sebagai mahasiswa hukum, tentu mempunyai kewajiban untuk mengawal, itu adalah kewajiban kami, dan itu juga amanah dari tri dharma perguruan tinggi, mengabdi kepada masyarakat” ucap Fahmi, kader PERMAHI DKI Jakarta.

Sinergi gerakan yang seperti itu juga ditunjukan oleh Pustokum, sebagai lembaga penelitian, Pustokum akan mengerahkan jiwa dan pikirannya untuk melakukan analisis terhadap hukum yang menimpa buruh dan membantu dalam melakukan pendidikan terhadap buruh, agar buruh juga mau melaksanakan usaha yang mempunyai sistem koperasi.

“Pustokum, siap dalam hal itu, jangankan pikiran, tenaga-pun juga akan kami hibahkan jika memang itu demi bangsa” ucap Manajer program Pustokum, David Bayu Narendra.


Ketiga organisasi pergerakan ini akan saling bahu membahu dalam membantu buruh. Buruh Indonesia haruslah mempunyai visi dalam menghadapi tantangan global. Sudah saatnya buruh juga mampu menggerakan perekonomian secara mandiri dengan berkoperasi. (admin)  
Reaksi: 

Related

Kegiatan 8436146421826229553

Posting Komentar

emo-but-icon

WELCOME

NEWS

Kurikulum Sekolah Muhammad Yamin

Arsip

Kuliah Progresif

Alamat

item