Tuti Hadiputranto, Founder Capital Market Lawyer

Indonesia "miskin" dengan tokoh-tokoh wanita, karena budaya Indonesia masih memandang remeh wanita. Di Jawa misalnya, Geertz menggambarkan, wanita dalam adat jawa mempunyai pengaruh yang besar terhadap laki-laki, namun ia tidak kelihatan, karena hanya sebatas mempengaruhi dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh laki-laki dalam ranah kekuasaan.[1] Mempengaruhi, berarti aktor dibelakang layar.

Tidak benar-benar menjadi aktor, jika perannya hanya sebagai orang yang dibalik layar, karena laki-laki-pun bisa menempati posisi tersebut, artinya posisi tersebut bukanlah posisi istimewa untuk seorang wanita.  untuk bisa menjadi istimewa perempuan harus bisa menguasai apa yang dikuasai oleh laki-laki pada umumnya. Sri Indrastuti Hadiputranto, salah seorang perempuan yang mampu menjawab tantangan itu.

Tuti (panggilan akrab Sri Indrastutii Hadiputranto) adalah perempuan yang mampu mendobrak mainstream, ia bisa menjalankan peran yang kebanyakan di miliki oleh laki-laki, yakni mempengaruhi dan mengeksekusi. Untuk menjadi wonder woman, Tuti menjalani proses yang menyulitkan, karena harus ada perdebatan batin saat memilih jalan hidupnya.

Tuti tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang advokad, karena spade saat kecil, ia  berkeinginan untuk menjadi insinyur, atau dokter, atau ekonom.[2] Namun sang ayah berkehendak lain. Menginginkan Tuti menjadi pengacara. Keputusan sang ayah sempat membuat dirinya menderita, karena tidak bisa meraih cita-citanya. Rasa putus asa sempat  menghinggapi dirinya, sehingga ia enggan melanjutkan sekolah.

Namun, ayahnya tidak henti-hentinya memberikan semangat kepadanya agar menjadi seorang advokad hebat. Dorongan dan motivasi sang ayah membuat dirinya luluh, dan Tuti akhirnya masuk fakultas hukum.

Benar, advokad telah menyatu dalam dirinya, pada tahun 1970 lulus sebagai sarjana hukum dan bekerja sebagai konsultan di kantor milik Adnan Buyung Nasution. Advokad yang menjadi para meter anak muda pada saat itu. Setelah melalui proses yang begitu panjang, ia pun menjadi advokad ternama di Indonesia maupun diluar negeri.  

Kredibilitasnya diakui dimata dunia, bahkan namanya masuk di dalam Asialaw profil dalam bidang perbankan. Ini merupakan prestasi tersendiri, karena jarang yang bisa masuk dalam Asialaw Profil. “Sri Indrastuti Hadiputranto has very strong integrity and a very good reputation and credibility”.[3]

Tuti, salah satu wanita yang mampu mendobrak dominasi advokad laki-laki. Berbagai peran penting dalam pembangunan negeri (terutama dalam bidang ekonomi) pernah dijalaninya.  Pada tahun 2014 ia diberi tugas menjadi dewan juri dalam ajang Capital Market Award.[4] Ini sebagai bukti bahwa ia ahli dalam bidang hukum bisnis.

Selain itu, Tuti juga pernah menjabat sebagai wakil ketua komiter disiplin Bursa Efek Indonesia (BEI).[5] Sebuah tugas yang berat, karena memberikan saran kepada direksi terkait dengan penyempurnaan dan penegakan peraturan keanggotaan bursa.  Hanya orang yang terpilih dan mempunyai kemampuan diatas rata-rata yang bisa mengemban amanah-amanah tersebut. Dan Tuti, salah satu orang yang mempunyai persyaratan itu semua, sehingga mampu memegang amanah yang diberikan kepadanya.

*Tim Peneliti Pustokum




[1] Christina S. Handayani & Ardhian Novianto, Kuasa Wanita Jawa, LKiS, Yogyakarta, 2004 hlm 17. Geert dan Koentjoroningrat, memberikan gambaran wanita mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebijakan-kebijakan laki-laki yang mempunyai kursi kekuasaan sifatanya hannyalah claim, karena dat-data yang diperoleh hanya berdasarkan desas-desus yang berkembang di masyarakat sekitar.
[2] Wawancara dengan Hukum Online, Edisi Khusus, tahun 2010. Keinginan menjadi insinyur ditentang oleh ayahnya, karena kakanya sudah menjadi insinyur, ayahnya tidak ingin ada dua insinyur didalam satu keluarga, oleh karena itu bapaknya menyarankan Tuti untuk menjadi advokad.
[3] Asialaw Profil, 2011 p 233.
[4] Jurnal Investor, Juni 2014/XVI/252. “ajang Capital Market Award (CMA), diharapkan mampu mendorong komitmet para pelaku pasar modal terhadap pengembangan infrastruktur maupun peningkatan Tata Kelola Perusahan yang baik.
[5] Annual Report, Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia, 2012.
Reaksi: 

Posting Komentar

emo-but-icon

WELCOME

NEWS

Kurikulum Sekolah Muhammad Yamin

Arsip

Kuliah Progresif

Alamat

item